Created by :

Pandji Kiansantang
Since 8 August 2011

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
pkiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji

Other Websites :

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> QIRSA.com <<

Dakwah Online "Qalbu Islami
Karyawan Summarecon"

 

 

Statistik Pengunjung

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Upacara HUT Ri ke-72 pada 17 Agustus 2017 di Summarecon Bekasi PDF Print E-mail
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia - Buku Proklamasi
Written by Administrator   
Wednesday, 07 February 2018 07:21

 

 

Last Updated on Wednesday, 07 February 2018 07:29
 
Rahasia 17 Agustus 1945 Yang Tidak Diketahui PDF Print E-mail
User Rating: / 3
PoorBest 
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia - Artikel
Written by Administrator   
Monday, 09 August 2010 02:28

Tujuh belas Agustus merupakan hari besar kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut, 65 tahun yang lalu merupakan hari paling bersejarah negeri ini karena di hari itulah merupakan awal dari kebangkitan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan sekaligus penanda awalnya revolusi. Namun, ada beberapa hal menarik seputar hari kemerdekaan negeri kita tercinta ini yang sayang jika belum Anda ketahui.



1. Soekarno Sakit Saat Memproklamasikan Kemerdekaan


Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (2 jam sblm pembacaan teks Proklamasi), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah2 bulan puasa Ramadhan.

‘Pating greges’, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.

Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. ‘Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!’, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya; masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…



2. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Dibuat Sangat Sederhana

Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari 300 tahun!



3. Bendera dari Seprai

Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!



4. Akbar Tanjung Jadi Menteri Pertama “Orang Indonesia Asli”

Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar ‘orang Indonesia asli’. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. ‘Orang Indonesia asli’ pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan (1988-1993)

Last Updated on Monday, 09 August 2010 03:21
Read more...
 
INVENTARIS SKRIPSI MAHASISWA SEJARAH TERKAIT PERISTIWA PROKLAMASI PDF Print E-mail
User Rating: / 4
PoorBest 
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia - Buku Proklamasi
Written by Administrator   
Thursday, 08 July 2010 10:22

INVENTARIS SKRIPSI MAHASISWA SEJARAH TERKAIT PERISTIWA PROKLAMASI


1. Desa Brunosari Sebagai Basis Kekuatan Sosial dan Ekonomi Pada Masa Perang Kemerdekaan II (1948-1949). Nefo Budi Handoko. FS UI. 1995.

2. Kantor Berita Foto Ipphos: Pasang Surut dan Karyanya (1945-1993). Nurhikmah. FIB UI. 2003.

3. Ideologi Militer Indonesia (1945-1959). Mega Firiani FIB UI. 2005.

4. Angkatan Laut Republik Indonesia Pangkalan IV Tegal (1945-1948): Studi tentang Sejarah Organisasi dan Peran Angkatan Perang RI pada Masa Perang Kemerdekaan RI. Adi Patrianto. FS UI. 1994.

5. “Dari Peluru ke Kotak Suara“: Gerakan Plebesit Republik Indonesia Tahun 1948. Ratih Nugraini. FS UI 1997.

Last Updated on Wednesday, 28 July 2010 09:47
Read more...
 
INVENTARIS BUKU-BUKU SEJARAH MENGENAI PROKLAMASI DAN REVOLUSI KEMERDEKAAN INDONESIA PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia - Buku Proklamasi
Written by Administrator   
Thursday, 08 July 2010 10:21

INVENTARIS BUKU-BUKU SEJARAH MENGENAI PROKLAMASI DAN REVOLUSI KEMERDEKAAN INDONESIA

-------

1. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945-1949) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional, 1994.

2. Panitia Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang. Pertempuran Lima Hari di Semarang. Semarang: Suara Merdeka, 1977.

3. Abdullah, Taufik (ed.). Denyut Nadi Revolusi Indonesia. Jakarta: PT Gramedia, 1997.

4. Cribb, R.B. Gejolak Revolusi di Jakarta 1945-1949: Pergulatan antara Otonomi dan Hegemoni. Jakarta: Pustaka Utama Graffiti, 1990.

5. Malik, Adam. Riwayat dan Perjuangan sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Jakarta: Widjaya, 1982.

Last Updated on Wednesday, 27 August 2014 03:40
Read more...
 




Powered by Joomla!. Designed by: gallery2 hosting reseller vps Valid XHTML and CSS.