Created by :

Pandji Kiansantang
Since 8 August 2011

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
pkiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji

Other Websites :

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> QIRSA.com <<

Dakwah Online "Qalbu Islami
Karyawan Summarecon"

 

 

Statistik Pengunjung

Gallery Foto Revolusi
Gallery Foto Revolusi PDF Print E-mail
User Rating: / 5
PoorBest 
Gallery Revolusi - Gallery Foto Revolusi
Written by Administrator   
Friday, 29 July 2011 09:14

17 AGUSTUS 1945


1.Ir. Soekarno (Bung Karno) didampingi Drs. Mohammad Hatta (Bung Hatta) sedang memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 pagi di Pegangsaan Timur 56, Jakarta (sekarang Jalan Proklamasi).

2.Inilah konsep teks Proklamasi Kemerdekaan, yang semula ditulis diatas secarik kertas oleh Ir. Soekarno. Coret-coretan yang terdapat dalam konsep menunjukkan banyaknya pertimbangan sebelum tercapai kata sepakat mengenai kepastian isi dan susunan redaksinya. Penyusunan teks berlangsung hingga dini hari tanggal 17 Agustus 1945.

3.Teks otentik Proklamasi Kemerdekaan yang ditandatangani oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks inilah yang dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945. tahun yang tercantum dalam teks Proklamasi adalah tahun 05, singkatan dari tahun Jepang 2605 atau sama dengan tahun Masehi 1945.

4.Upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih di halaman gedung Pegangsaan Timur 56 sesaat setelah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan. Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih ini dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno dan kemudian dikibarkan kembali setiap tahun pada tanggal 17 Agustus untuk memperingati detik-detik yang paling penting dalam sejarah bangsa Indonesia itu (mulai tahun 1968 yang dikibarkan adalah duplikatnya untuk menjaga agar Bendera Pusaka tidak rusak).

5.Diantara mereka yang hadir dan dengan khidmat mengikuti jalannya upacara Proklamasi Kemerdekaan, tampak dibarisan depan dari kanan ke kiri: Mr Latuharhary, Soewirjo, Ibu Fatmawati, Dr. Samsi, dan Ny. S.K.Trimurti. dibarisan belakang, antara lain tampak Mr. A. G. Pringgodigdo dan Mr. Soedjono. Dalam upacara ini, hadir juga Oetari (Ny. Dr. Djaka Soetadiwirja), Yuliari (Ny. Dr. Markoem), Mariyati (Ny. Dr. Sadono), dan mahasiswi Ika Dai Gaku (Fak. Kedokteran).

 

18 AGUSTUS 1945


6.Peranan wartawan pada masa-masa awal kemerdekaan sangat besar artinya. Pada hari yang sama Proklamasi Kemerdekaan disiarkan oleh para juru warta Indonesia yang bekerja pada Kantor Berita Jepang Domei. Melalui media masa para wartawan membantu perjuangan dengan membawakan suara rakyat dan Pemerintah Indonesia ke dunia luar, menyampaikan berita-berita perjuangan keseluruh pelosok tanah air, dan mengabadikan detik-detik bersejarah. Tampak pada gambar bagaimana surat-surat kabar pada waktu itu ikut serta menyebarluaskan proklamasi kemerdekaan dan UUD. Diantaranya “Secara Asia” yang terbit di Surabaya, dan “Tjahaja” di Bandung.

7.Gedung kantor berita ANTARA, di Jalan Antara, Jakarta. Dari gedung ini berita proklamasi kemerdekaan disiarkan keseluruh dunia, pada hari itu juga tanggal 17 Agustus 1945. ANTARA lahir pada tahun 1937. pada masa pendudukan Jepang, ANTARA diganti namanya menjadi Yashima dan menjadi bagian Indonesia dari kantor berita Jepang, Domei.

 

22 AGUSTUS 1945


8.Presiden Soekarno sedang mengucapkan amanatnya pada pelantikan anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) bertempat di Gedung Kesenian, Pasar Baru, Jakarta, 29 Agustus 1945. Ketua KNIP yang pertama adalah Mr. Kasman Singodimedjo.

9.Dengan bambu runcing di pundak, Rakyat Indonesia di Jakarta menyambut kemerdekaan yang baru saja diproklamasikan.

10.Perjuangan membela kemerdekaan tidak dilakukan oleh kaum pria saja. Bahu-membahu dengan kaum pria, kaum wanita membentuk laskar-laskar dan organisasi perjuanga seperti Laskar Putri di Solo ini.

 

2 SEPTEMBER 1945


11.Sebagai Menteri Kabinet Republik Indonesia yang pertama diabadikan bersama di Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Diantara para anggota Kabinet pada gambar kanan, berdiri di baris depan mulai nomor empat dari paling kiri: Menteri Kesehatan Dr. Boentaran Martoatmodjo, Menteri Penerangan Mr. Amir Sjarifuddi, Menteri Luar Negeri Mr. Acmad Soebardjo, Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Menteri Dalam Negeri R.A.A. Wiranata Kusumah, dan Menteri Kemakmuran Ir. Surachman Tjokroadisurjo.

 

17 SEPTEMBER 1945


12.Para remaja putri anggota Palang Merah Indonesia. Tidak terbilang jasa mereka dalam perjuangan kemerdekaan.

 

19 SEPTEMBER 1945


13.Pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan Ikada.

14.”Satu Tanah Air, satu Bangsa dan satu tekad tetap Merdeka”, demikian bunyi spanduk yang mereka bawa.

 

19 SEPTEMBER 1945


15.Rakyat yang marah menyerbu Hotel Yamato. Sebagian diantara mereka naik keatas hotel, menurunkan bendera Merah Putih Biru, merobek bagian yang berwarna biru dan mengibarkannya sebagai Sang Saka Merah Putih.

 


5 OKTOBER 1945

16.Kepala Staff Umum TKR Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo yang sangat besar jasanya dalam menyusun organisasi tentara pada masa-masa awal pertumbuhannya. Ucapan Pak Oerip yang terkenal ”... aneh suatu negara zonder tentara”.

 

 

10 NOVEMBER 1945


17.Beginilah bunyi ultimatum dan perintah Sekutu yang tidak pernah dihiraukan oleh rakyat Indonesia di Surabaya. Dan pecahlah kemudian pertempuran Surabaya, 10 November 1945.

18.Suasana pertempuran Surabaya. Rakyat dan pejuang Surabaya (arek-arek Suroboyo) menghadapi musuh yang kekuatannya jauh lebih kuat.

19.Bung Tomo salah seorang pemimpin perjuangan rakyat Surabaya. Dengan suaranya yang menggeledek Bung Tomomembakar semangat para pejuang Surabaya: Maju terus pantang mundur!!! Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Last Updated on Monday, 01 August 2011 04:56
 




Powered by Joomla!. Designed by: gallery2 hosting reseller vps Valid XHTML and CSS.