Created by :

Pandji Kiansantang
Since 8 August 2011

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
pkiansantang@gmail.com

Twitter :
@inspirasipanji

Other Websites :

 

>> PandjiKiansantang.com <<
WebsiteTulisan Inspirasi
Pandji Kiansantang

 

>> QIRSA.com <<

Dakwah Online "Qalbu Islami
Karyawan Summarecon"

 

 

Statistik Pengunjung

PUISI-PUISI REVOLUSI BUNG KARNO PDF Print E-mail
User Rating: / 7
PoorBest 
Revolusi Indonesia - Puisi Revolusi
Written by Administrator   
Monday, 09 August 2010 02:38

Maman S. Tegeg, (Jakarta: Gema Patriot, 2002), xi + 127


KEMERDEKAAN I

Kemerdekaan untuk merdeka
Kemerdekaan berarti mengakhiri
untuk selama-lamanya
penghisapan bangsa oleh bangsa
Penghisapan-penghisapan yang tak langsung
Maupun penghisapan yang langsung
-oo0oo-


KEMERDEKAAN II

Kemerdekaan
Kemerdekaan yang nyata berarti
KEBEBASAN untuk merdeka
ini berarti : kebebasan untuk menentukan
politik nasional kita sendiri
untuk merumuskan konsepsi-konsepsi
nasional kita sendiri
tanpa dirintangi atau tanpa dihalangi
oleh tekanan-tekanan atau campur tangan di luar
Suatu kebebasan untuk
menyelenggarakan urusan-urusan
politik, ekonomi dan sosial kita
sejalan dengan konsepsi-konsepsi
nasional kita sendiri
-oo0oo-



KEMERDEKAAN III

Jikalau kita membaca
seorang pemimpin Irlandia lain
Erskin Chiders berkata:
“Kemerdekaa bukan soal tawar-menawar
Kemerdekaan sebagai maut,
dia ada atau tidak ada
kalau orang menguranginya
maka itu bukan lemerdekaan lagi”
-oo0oo-

 


JEMBATAN EMAS

 

Kemerdekan adalah jembatan emas
Di seberang jembatan
Jembatan emas
inilah kita leluasa
menyusun masyarakat Indonesia Merdeka
yang gagah kuat
sehat, kekal dan abadi
-oo0oo-


SEMBOYAN INDONESIA MERDEKA

Semboyan Indonesia merdeka
bukan sekarang kita siarkan ?
berpuluh-puluh tahun yang lalu
kita telah menyiarkan
semboyan Indonesia Merdeka
bahkan sejak tahun 1932
dengan nyata-nyata
kita mempunyai semboyan
INDONESIA MERDEKA SEKARANG
Bahkan 3 kali sekarang, yaitu
Indonesia Merdeka sekarang,
sekarang
sekarang
-oo0oo-


KEMERDEKAAN SAYA BANDINGKAN DENGAN PERKAWINAN

Kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan
ada yang berani kawin, lekas berani kawin
ada yang takut kawin. Ada yang berkata :
Ah, saya belum berani kawin
tunggu dulu gaji F 500
Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung
sudah ada permadani
sudah ada lampu listrik,
sudah mempunyai tempat tidur yang mentul-mentul,
sudah mempunyai sendok-garpu perak satu kaset,
sudah mempunyai ini dan itu,
bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet
barulah saya berani kawin
Ada orang lain yang berkata :
Saya sudah berani kawin
kalau saya sudah mempunyai satu meja
kursi empat, “meja makan”
lantas satu zitje, lantas satu tempat tidur
Ada yang lebih berani dari itu
yaitu saudara-saudara Marhaen !
Kalau dia sudah mempunyai gubuk saja
dengan satu tikar
dengan satu periuk
dia kawin
Marhaen dengan satu tikar, satu gubuk : kawin
Lantas satu zitje, lantas satu tempat tidur : kawin
Sang nDara yang mempunyai rumah gedung
Electrische kookplaat, tempat tidur,
uang bertimbun-timbun kawin
Belum tentu mana yang lebih gelukkig
belum tentu mana yang lebih bahagia
San nDara dengan tempat tidurnya yang mentul-mentul
atau Sarinem dengan Samiun yang mempunyai
satu tikar satu periuk, saudara-saudara !
Tekad hatinya yang perlu
tekad hatinya Samiun kawin
dengan satu tiker dan satu periuk
dan hati Sang nDara yang baru berani kawin
kalau sudah mempunyai gerozilver satu kaset
plus kinderuitzet – buta 3 tahun lamanya.
-oo0oo-


PANCASILA

Saudara-saudara !
“Dasar-dasar Negara”
telah saya usulkan
lima bilangannya
Inikah Panca Dharma ? Bukan !
Nama Panca Dharma tidak tepat di sini
Dharma berarti kewajiban
sedang kita membicarakan dasar
Saya senang kepada simbolik
Simbolik angka pula
Rukun Islam lima jumlahnya
Jari kita lima setangan
Kita punya Panca Indra
Apa lagi yang lima bilangannya
(Seorang yang hadir : Pendawa Lima)
Pendawa pun lima orangnya
sekarang banyak prinsip : kebangsaan,
Internasionalisme, Mufakat, Kesejahteraan
dan Ketuhanan lima pula bilangannya
Namanya bukan Panca Dharma
tetapi – saya nemakan ini
dengan petunjuk seorang teman kita
ahli bahasa – namanya ialah Pancasila
Sila artinya asa atau dasar
dan di atas kelima dasar itulah
kita mendirikan Negara Indonesia,
kekal dan abadi
(tepuk tangan riuh)
-oo0oo-


AKU MELIHAT INDONESIA

Jikalau aku berdiri di Pantai Ngeliyep
Aku mendengar Lautan Hindia bergelora
membanting di pantai Ngeliyep itu
Aku mendengar lagu, sajak Indonesia
Jikalau aku melihat
sawah-sawah yang menguning-menghijau
Aku tidak melihat lagi
batang-batang padi yang menguning menghijau
Aku melihat Indonesia
Jikalau aku melihat gunung-gunung
Gunung merapi, Gunung Semeru, Gunung Merbabu
Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Kelebet
dan gunung-gunung yang lain
Aku melihat Indonesia
Jikalau aku mendengarkan
Lagu-lagu yang merdu dari batak
bukan lagi lagu Batak yang ku dengarkan
Aku mendengar Indonesia
Jikalau aku mendengarkan lagu Pangkur Palaran
bukan lagi Pangkur Palaran yang ku dengarkan
Aku mendengar Indonesia
Jikalau aku mendengarkan lagu Olesio dari Maluku
bukan lagi aku mendengarkan lagu Olesio
Aku mendengar Indonesia
Jikalau aku mendengar burung Prerkutut
menyanyi di pohon ditiup angin yang sepoi-sepoi
bukan lagi aku mendengarkan burung perkutut
Aku mendengarkan Indonesia
Jikalau aku menghirup udara ini
Aku tidak lagi menghirup udara
Aku menghirup Indonesia
Jikalau aku melihat wajah anak-anak
di desa-desa dengan mata yang bersinar-sinar
“Pak Merdeka; Pak Merdeka; Pak Merdeka!”
Aku bukan lagi melihat mata manusia
Aku melihat Indonesia
-oo0oo-


Last Updated on Thursday, 28 July 2011 08:09
 


Powered by Joomla!. Designed by: gallery2 hosting reseller vps Valid XHTML and CSS.